Literasi Matematika dalam PISA

PISA Matematika

PISA (Program for International Student Assessment) adalah penilaian tingkat dunia yang diselenggarakan tiga-tahunan, untuk menguji performa akademis anak-anak sekolah yang berusia 15 tahun, dan penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) yang kantor pusatnya berkedudukan di Paris, Prancis. Tujuan dari penilaian ini adalah untuk mengukur prestasi literasi membaca, matematika, dan sains siswa sekolah tersebut di negara-negara peserta.

Pada penyelenggaraan untuk pertama kalinya pada tahun 2000, PISA menilai  tiga macam kemampuan membaca (reading literacy), matematika (mathematical literacy), dan sains (scientific literacy). Secara berkala, domain utama dari kajian PISA bergantian dari kemampuan membaca, matematika, sains, dan pemecahan masalah seperti yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.1 Jadwal Penilaian PISA (Domain Kognitif) (Stacey, 2010)

Penilaian

2000

2003

2006

2009

2012

2015

Membaca

mayor

(utama)

minor

minor

mayor

(utama)

Minor

minor

Matematika

minor

mayor

(utama)

minor

minor

mayor (utama)

minor

Sains

minor

mayor (utama)

minor

Minor

mayor

(utama)

Lain-lain

pemecahan masalah

?

Penilaian berbasis komputer

sains

membaca berbasis elektronik

matematika

?

Kerangka PISA matematika yang dibuat untuk pelaksanaan pada tahun 2012 disusun dengan arahan dari Mathematics Expert Group (MEG), sebuah divisi yang ditunjuk oleh kontraktor utama PISA dengan ijin dari majelis PISA atau PISA Governing Board (PGB). Sepuluh anggota MEG terdiri dari para matematikawan, pakar pendidikan matematika, ahli dalam bidang assesmen, teknologi, dan peneliti bidang pendidikan dari banyak negara. Untuk menjamin keakuratan dari kerangka PISA, draf disebarkan kepada lebih dari 170 ahli matematika dari 40 negara dan dilakukan peninjauan setelah diperoleh masukan dari ahli-ahli tersebut. Achieve dan Australian Council for Educational Research (ACER), dua organisasi yang dikontrak oleh OECD bertugas untuk mengatur perkembangan dari kerangka PISA, dan mengadakan berbagai penelitian yang dapat memberikan informasi tentang hasil kerja dari proses pengembangan kerangka ini.

Pada tahun 2012, matematika kembali menjadi domain kognitif utama dalam studi PISA. Perubahan yang terjadi pada kerangka yang baru ini terletak pada dimensi pelaporan hasil survei yang menggunakan proses matematika sebagai dimensi utama (OECD, 2013). Selain itu, level pada masing-masing kemampuan dasar matematis (Fundamental Mathematical Capabilities) juga akan dideskripsikan berdasarkan hasil kerja tim Mathematics Expert Group (MEG). Dengan mendeskripsikan level kesulitan soal berdasarkan kemampuan dasar matematis ini, diharapakan akan diperoleh skema lengkap yang akan memiliki aplikasi luas dalam memahamai kemampuan yang mendasari literasi matematis dan aktivitas kreatif matematis secara lebih umum, juga sebagai alat yang berguna bagi pengembang soal di banyak situasi, dan sebagai bahan rujukan bagi guru untuk mendemonstrasikan kemampuan dan tingkat perkembangan kemajuan siswa dalam belajar matematika (Stacey, 2012)

Literasi Matematika

PISA dalam studinya menggunakan istilah ‘literasi’ untuk merujuk pada penilaian bukan hanya pada pengetahuan sebagai domain, tetapi juga kemampuan mengaplikasikan pengetahuan tersebut (Shiel, et al; 2007). Secara formal, definisi literasi matematika dalam kerangka PISA matematika 2012 disampaikan oleh OECD (2013) dan Stacey (2012) sebagai berikut.

Mathematical literacy is an individual’s capacity to formulate, employ, and interpret mathematics in a variety of contexts. It includes reasoning mathematically and using mathematical concepts, procedures, facts and tools to describe, explain and predict phenomena. It assists individuals to recognise the role that mathematics plays in the world and to make the well-founded judgments and decisions needed by constructive, engaged and reflective citizens.

 Dari definisi di atas, setidaknya ada tiga hal utama yang menjadi pokok pikiran dari konsep literasi matematika, yaitu (1) kemampuan merumuskan, menerapakan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks yang selanjutnya disebut sebagai proses matematika, (2) pelibatan penalaran matematis dan penggunaan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk mendeskripsikan, menjelaskan, dan memprediksi fenomena, dan (3) manfaat dari kemampuan literasi matematika yaitu dapat membantu seseorang dalam menerapkan matematika ke dalam dunia sehari-hari sebagai wujud dari keterlibatan masyarakat yang konstruktif dan reflektif.

Pengertian literasi matematika yang disampaikan PISA merujuk pada kemampuan pemodelan matematika, yang pada kerangka-kerangka PISA sebelumnya juga digunakan sebagai batu pijakan dalam mendefinisikan konsep literasi. Menurut OECD (2013), seorang pemecah masalah matematika yang aktif  adalah seseorang yang mampu menggunakan matematikanya dalam memecahkan masalah kontekstual melalui beberapa tahapan seperti yang diuraikan PISA dalam model literasi matematika pada gambar di bawah ini.

Model LiterasiGambar 1. Model Literasi Matematis dalam Praktik (OECD, 2013; Stacey, 2012)

Penjelasan model literasi matematika pada gambar di atas dijelaskan sebagai berikut.

  1. Literasi matematika berangkat dari suatu masalah yang berasal dari dunia nyata. Masalah ini kemudian dikategorikan ke dalam dua cara, yaitu (1) kategori konteks, dan (2) kategori.
  2. Untuk memecahkan masalah kontekstual, seseorang harus menerapkan tindakan dan gagasan matematis untuk menyelesaikan masalah ini. Tindakan ini melibatkan kemampuan mengggunakan pengetahuan dan keterampilan matematika, yang mana hal ini sangat bergantung pada kemampuan yang disebut PISA sebagai kemampuan dasar matematika (Fundamental Mathematical Capabilities).
  3. Proses literasi matematis berangkat dari mengidentifikasi masalah kontektual, lalu merumuskan masalah tersebut secara matematis berdasarkan konsep-konsep dan hubungan-hubungan yang melekat pada masalah. Setelah mengubah masalah kontekstual tersebut ke dalam bentuk matematika, langkah selanjutnya adalah menerapkan prosedur matematika untuk memperoleh ‘hasil matematika’. Tahapan ini biasanya melibatkan aktivitas  seperti memanipulasi, bernalar, dan menghitung. Hasil matematika yang diperoleh kemudian ditafsirkan kembali dalam bentuk hasil yang berhubungan dengan masalah awal.
  4. Dalam proses merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan, kemampuan dasar matematis (KDM) akan diaktifkan secara berturut-turut dan bersamaan bergantung pada konten matematika dari topik-topik yang sesuai untuk memperoleh solusi. Bagaimanapun, ketiga proses ini kadang tidak dilibatkan semua dalam memecahkan masalah. Sebagai contoh, pada beberapa kasus, bentuk-bentuk representasi matematis seperti grafik dan persamaan dapat ditafsirkan secara langsung untuk memperoleh suatu solusi. Untuk alasan inilah, banyak dari soal-soal PISA yang hanya melibatkan beberapa tahap dari siklus pemodelan PISA. Selain itu, tidak menutup kemungkinan bahwa seorang pemecah masalah akan melakukan tindakan berulang-ulang pada setiap proses yang dilakukan, seperti kembali mempertimbangkan keputusan atau asumsi awal yang diambil sebelum kembali lagi untuk melanjutkan proses selanjutnya.

Referensi

OECD. (2013). PISA 2012 Assessment and Analytical Framework: Mathematics, Reading, Science, Problem Solving and Financial Literacy. Paris: OECD Publishing.

Stacey, K. (2010). Mathematical and Scientific Literacy Around The World. Journal of Science and Mathematics Education in Southeast Asia, 33(1), 1-16.

About Bang Qohar

I'm Wachid. I'm Indonesian. I'm interested in educating children, especially in mathematics learning. I believe that mathematics could be well built to children for better life. I graduated from Mathematics Education of State University of Surabaya. I am studying Mathematics Education for my magister degree focusing on Realistics Mathematics Education.

Posted on October 29, 2013, in Articles and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Fitrawansyah Ramadhan

    kak ada skripsinya nggak tentang Literasi mATEMATIKA??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: