Penilaian dalam Pembelajaran yang Melibatkan Kecerdasan Majemuk

oleh: Ahmad Wachidul Kohar

Penilaian (assessment) adalah istilah umum yang mencakup semua metode yang biasa digunakan untuk menilai unjuk kerja individu atau kelompok siswa (Depdiknas, 2008:4). Proses penilaian ini mencakup pengumpulan bukti yang menunjukkan pencapaian belajar siswa di dalam semua proses pembelajaran. Instrumen penilaian dapat berupa tes tertulis, tes lisan, lembar pengamatan, tugas rumah, dan lain-lain.

Berdasarkan teori kecerdasan majemuk, untuk menilai unjuk kerja siswa baik individu maupun kelompok, penilaian perlu diubah dengan lebih banyak variasi karena strategi yang digunakan dalam pembelajaran juga bervariasi. Gardner (dalam Suparno, 2004:61) mengungkapkan bahwa penilaian perlu memuat kemampuan kecerdasan matematis-logis, linguistik, kinestetik, musik, visual/spasial, interpersonal, dan intrapersonal sekurang-kurangnya sesuai dengan pembelajarannya.

Armstrong (dalam Suparno, 2004:94) mengemukakan beberapa strategi penilaian yang dapat dilakukan dalam pembelajaran yang melibatkan kecerdasan majemuk, yaitu:

  1. Portofolio, yaitu laporan tugas-tugas siswa selama seluruh proses pembelajaran berlangsung. Termasuk di dalamnya hasil kerja kelompok di dalam LKS, hasil refleksi pribadi, gambar, dan buku catatan siswa.
  2. Penilaian selama proses belajar, yaitu penilaian singkat yang diberikan kepada siswa selama proses belajar: selama diskusi, bekerja kelompok, dan selama aktif berpartisipasi dalam pembelajaran.
  3. Soal tertulis, yaitu soal yang diujikan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah mengikuti pembelajaran dalam bentuk tertulis.

Sementara itu, Bellanca dalam bukunya yang berjudul Multiple Assessment for Multiple Intelligences (1997) memberikan gagasan strategi penilaian dalam pembelajaran yang melibatkan kecerdasan majemuk sebagai berikut.

  1. Exhibit, yaitu siswa melakukan pendalaman materi kemudian mempersiapkan pameran dalam bentuk seperti poster, buletin, atau desain  bangun ruang tentang apa yang telah mereka pelajari.
  2. Performances, yaitu siswa berpartisipasi untuk mempertunjukkan bakat dan kemampuan kepada kelompok lain seperti membaca puisi dan  memainkan alat musik.
  3. Journal and logs, adalah sejarah pembelajaran pribadi siswa yang dituangkan dalam jurnal pribadi. Melalui jurnal, siswa dapat membuat hubungan antar ide, dan memikirkan aplikasi dari materi yang telah dipelajari. Selain itu, jurnal juga dapat membangun keterampilan komunikasi pada semua jenis kecerdasan dan semua topik.
  4. Demonstration, yaitu siswa mempresentasikan langkah-langkah kerja untuk menyelesaikan suatu persoalan kepada siswa lain. Dalam pembelajaran matematika, siswa dapat menunjukkan bagaimana menyelesaikan masalah matematika kepada siswa lain.
  5. Products, yaitu siswa membuat produk sebagai hasil akhir yang berhubungan dengan unit pembelajaran. Produk ini dapat berupa bentuk desain bangunan tiga dimensi, lukisan, video, atau model diagram yang menggambarkan proses pemecahan masalah.
  6. Problem solving process, yaitu siswa melakukan serangkaian proses pemecahan masalah mengenai topik yang dipelajari. Dalam pembelajaran balok dan kubus, siswa dapat didorong untuk menemukan banyak kemungkinan jaring-jaring kubus dengan menggunakan langkah pemecahan masalah yang benar.
  7. Graphic organizer, yaitu siswa menggunakan format visual untuk memperoleh, menganalisis, dan mengevaluasi masalah. Sebagai contoh, siswa membuat peta konsep tentang unsur-unsur balok dan kubus.
  8. Projects, yaitu siswa mengkonstruksi dan membuat proyek dalam jangka waktu lama yang melibatkan beberapa jenis kecerdasan.

Referensi:

Bellanca, James, et al. 1997. Multiple Assessment for Multiple Intelligences. Third Edition. Illnois: SkyLight.

Depdiknas. 2008. Panduan Penulisan Butir Soal. Jakarta: Depdiknas.

Suparno, Paul. 2004. Teori Inteligensi Ganda dan Aplikasinya di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.

About Bang Qohar

I'm Wachid. I'm Indonesian. I'm interested in educating children, especially in mathematics learning. I believe that mathematics could be well built to children for better life. I graduated from Mathematics Education of State University of Surabaya. I am studying Mathematics Education for my magister degree focusing on Realistics Mathematics Education.

Posted on November 11, 2012, in For Teachers, Math Articles, Multiple Intelligences. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: