Alternatif Pembelajaran Menggambar Sudut di Kelas V SD

     

    Berangkat dari permasalahan yang saya temukan ketika melakukan kegiatan observasi pembelajaran di salah satu SD di Palembang, saya tertarik untuk menuliskan hasil diskusi saya dengan salah satu guru kelas V di SD itu tentang alternatif membelajarkan cara menggambar sudut kepada siswa. Pada saat saya dan tim observer lain mengamati pembelajaran dengan topik menggambar sudut dengan menggunakan busur derajat di salah satu kelas di SD itu, kami menemukan seorang siswa yang menggambar sudut 40o dengan meletakkan titik tarik di sudut 140o sehingga sudut yang seharusnya digambar sebagai sudut 40o digambar sebagai sudut 140o. Hal ini terjadi karena siswa tersebut tidak mempertimbangkan titik pangkal dan arah garis horisontal yang dibuat sehingga dia cenderung hanya memperhatikan bilangan derajat 140 yang berada tepat di atas bilangan derajat 40. Selain itu mungkin dikarenakan pada saat penjelasan, guru kurang menekankan pada pemahaman siswa tentang jenis sudut (baik itu sudut lancip, sudut siku-siku atau sudut tumpul) dengan besar sudut yang akan digambar sehingga siswa tersebut tidak begitu memperhatikan jenis dari sudut 40o

     Untuk memperoleh gambaran lebih luas tentang pembelajaran menggambar  sudut, kami berkesempatan untuk berdiskusi dengan guru matematika kelas V lain yang menjelaskan alternatif  menggambar sudut dengan tidak langsung menggunakan media busur derajat, tetapi dengan menggunakan kertas yang dilipat. Ide yang dimaksud adalah dengan terlebih dahulu menunjukkan kepada siswa bahwa bagian pojok kertas tulis yang biasa digunakan siswa merepresentasikan sudut siku-siku (90o). Dengan melipat kertas itu menjadi dua bagian yang sama dari sudut 90o, maka akan diperoleh sudut 45o. Demikian  pula dengan sudut 30o yang diperoleh dengan melipat sebanyak tiga kali dari kertas yang menunjukkan sudut 90o. Alur menggambar sudut dengan cara ini dapat ditunjukkan sebagai berikut.

     Setelah siswa bisa menggambar sudut tertentu dengan menggunakan media kertas, baru siswa diminta untuk mencocokkan apakah besar sudut yang dibuat benar atau tidak dengan menggunakan busur derajat. Menurut Ibu Lina, hal ini berguna sebagai titik awal siswa dalam memahami apa yang dibutuhkan dalam menggambar suatu sudut tertentu, yaitu dari dua garis yang bertemu di titik pangkalnya. Selain itu, siswa kan lebih kreatif ketika diminta menggambar sudut yang tidak ada  dalam daftar pada gambar 4 di atas, seperti sudut 15o yang diperoleh dengan cara melipat kembali lipatan kertas yang menunjukkan sudut 30o atau sudut 750 yang diperoleh dengan cara menggabung sudut 30o dan sudut 45o.

GOD BLESS Mathematics Educators

About Bang Qohar

I'm Wachid. I'm Indonesian. I'm interested in educating children, especially in mathematics learning. I believe that mathematics could be well built to children for better life. I graduated from Mathematics Education of State University of Surabaya. I am studying Mathematics Education for my magister degree focusing on Realistics Mathematics Education.

Posted on November 4, 2012, in Class Observation and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: