Matematikaku Kacau

By : Ahmad Wachidul Kohar

Kicau burung terbang, terdengar kacau
berhambur dengan mata elang
menerawang hati yang kelam
Jika hati berkicau, semua tampak kacau
Jika semua kacau, hati tak berkicau
Sebuah silogisme mati
berjuang tiada henti
tak pernah kacau, jika aku tak berkicau
tapi akan lebih kacau, jika aku terus tak berkicau

Sungguh, hanya teorema yang mampu membungkam mulut kacauku
Ya, teorema…
Ia benar
Ia besar
Tapi akankah aku tetap bertahan dengan teorema
Mungkinkah dalilku ‘kan jadi aksioma
yang tak terbantahkan
yang tak perlu dibenarkan
karena hati ini adalah sebuah kesepakatan
Lalu, cukupkah bukti dari teoremaku?
‘tuk mengubah pandanganmu tentang kegundahan
yang layu dan patah tak tahu arah
‘tuk berjuang menjadi sepucuk galah

About Bang Qohar

I'm Wachid. I'm Indonesian. I'm interested in educating children, especially in mathematics learning. I believe that mathematics could be well built to children for better life. I graduated from Mathematics Education of State University of Surabaya. I am studying Mathematics Education for my magister degree focusing on Realistics Mathematics Education.

Posted on October 22, 2012, in Poems. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. kayak tahu puisi ini….hahaha
    increase!!!!

  2. Matematikaku juga kacau :O hehe. nih…

    _Matematian_

    Ini bermula saat aku memainkannya..
    seutas tali tersimpul mati
    mengisi rapat genggaman jemari
    ingin kulepas lalu berlari
    malah terjerat erat kian rekat,
    kuulur sana kutarik sini..
    kurenggang yang itu makin kencang yang ini,
    mau ku menyudahi permainan ini
    tapi sang waktu tak jua lelah membuntuti,
    waktuku kian berlari tanpa henti
    terus mengejar sampai ku hampir mati..!
    yah..walau itu hanya sekedar imajinasi
    bayang ilusi yang tampak nyata menari-nari..
    agak pucat kulihat,
    lembar di hadapku masih kosong tak berisi
    ingin ku berteriak Aaaaaaaa…!!!
    Aku tak kuat…aku menyerah…
    Tapi hatiku pun berteriak YA!!!
    Aku pasti bisa…aku tak mengalah…
    Mati-matian sarafku bekerja
    memutus jeratan temali matematika,
    mati-matian otak ku utak atik
    meski dengan sedikit tak berkutik,
    oh…mati-matian aku denganmu
    matematika., ku kaku karenamu

    • wah..wah…nih,,aq balas ya..hehe..

      tidak perlu mati-matian mengejar
      tidak pula perlu kerja yang berputar-putar..
      karena matematika itu cantik..
      matematika itu anggun..
      matematika itu…kamu,.
      yang selalu indah di saat yang tepat
      selalu cerah walaupun sigma kesuraman terlihat berderet-deret di belakang dan di depan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: