Integrasi Nilai Islam dalam Pembelajaran Matematika

Oleh : Ahmad Wachidul kohar    

     UU No 20 tahun 2003 pasal 3 menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung jawab. Hal tersebut menunjukkan betapa tinggi harapan yang disandarkan pada kualitas manusia Indonesia pada bidang pendidikan.

  Pada saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada masalah-masalah penyimpangan nilai seperti korupsi, semangat dan disiplin kerja yang rendah, sikap hidup boros, tindak kekerasan, asusila dan perilaku melanggar berbagai aturan yang seolah telah menjadi kebiasaan di masyarakat. Hal ini menunjukkan belum berhasilnya proses pendidikan yang sedang berjalan saat ini.

      Melihat fenomena-fenomena penyimpangan nilai yang terjadi di masyarakat  seperti di atas maka diperlukan suatu upaya yang menitikberatkan pada suatu pendidikan yang mengarahkan manusia ke dalam tatanan nilai yang mengarah pada ketercapaian tujuan penciptaan manusia yaitu beribadah kepada Allah SWT.

   Pendidikan nilai merupakan bagian penting yang sering terlupakan dalam proses pendidikan selama ini. Padahal substansi dari pendidikan itu sendiri adalah proses untuk mengembangkan watak optimisme dalam diri manusia, memberikan kesadaran kritis agar manusia mampu mengembangkan penalaran, memanggil kepada manusia akan kebenaran hakiki, dan memberikan pencerahan iman serta akal budi manusia (Abdurrahmansyah dalam Subur, 2007). Mulyana (2004:16) mengungkapkan bahwa pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki semangat kemandirian, sikap demokratis, dan kesadaran nilai yang kuat, disamping kemampuan intelektual yang memadai. Oleh karena itu, melaksanakan pendidikan nilai baik secara khusus maupun dalam keseluruhan dimensi pendidikan menjadi sangat penting untuk diupayakan.

     Nilai islam yang merupakan nilai yang bersumber langsung dari al-Quran dan Hadits memiliki arti penting dalam pendidikan nilai, terutama bagi umat muslim. Nilai islam menjadi landasan yang kuat yang akan mengantar manusia menggapai kebahagiaan hidup. Tanpa hal tersebut, segala atribut duniawi, seperti harta, pangkat, iptek, dan keturunan, tidak akan mampu mengantar manusia meraih kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat.

      Nilai-nilai islam dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran di sekolah. Pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran yang tidak hanya mampu mengantarkan siswa pada ketercapaian pengetahuan (domain kognitif) saja, tetapi juga ketercapaian pemahaman dan penerapan nilai-nilai islam. Pembelajaran nilai yang dirumuskan guru tidak serta merta dapat diterapkan ke semua mata pelajaran di sekolah. Hal ini berhubungan dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing. Mata pelajaran yang ada bisa diberdayakan agar memberi kontribusi besar dalam pembelajaran nilai sehingga pada akhirnya pembelajaran nilai tidak hanya dibebankan pada mata pelajaran seperti pendidikan agama dan pendidikan kewarganegaraan saja, tetapi juga dapat dibebankan pada semua mata pelajaran.

    Permendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) juga menyuratkan kebutuhan implementasi pembelajaran terintegrasi. Salah satunya dapat dicermati pada SKL Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia yang bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Tujuan tersebut diharapkan dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olahraga, dan kesehatan. Melalui pembelajaran terintegrasi diharapkan esensi dari pembelajaran yaitu pengembangan pribadi peserta didik dapat dicapai secara berkelanjutan.

   Mata pelajaran matematika sebagai salah satu ilmu pengetahuan yang diajarkan di sekolah harus mampu menjawab tantangan bahwa pendidikan nilai dapat diajarkan melalui pembelajarannya di kelas. Pembelajaran matematika harus lebih diberdayakan untuk mendukung pengembangan pribadi siswa. Pembelajaran matematika seharusnya tidak hanya diorientasikan pada penguasaan materi saja, tetapi perlu diubah terbuka menyentuh dimensi luas sehingga berkontribusi lebih besar dalam pendidikan nilai islam di sekolah. Oleh sebab itu diperlukan suatu rumusan pembelajaran matematika yang mengintegrasikan nilai islam pada topik-topik matematika sekolah.

      Berdasarkan permasalahan di atas dan didasari oleh adanya penekanan yang lebih pada pendidikan nilai, maka penulis menyusun makalah yang berjudul “Membumikan Pendidikan Nilai Melalui Integrasi Nilai Islam dalam Pembelajaran Matematika”. Dalam makalah ini penulis akan membahas tentang konsep pendidikan nilai dan perspektifnya menurut islam, nilai islam dan bentuk pembelajarannya, serta rumusan pembelajaran matematika yang mengintegrasikan nilai islam.

Baca selengkapnya dalam makalah yang bisa Anda unduh di sini.

About Bang Qohar

I'm Wachid. I'm Indonesian. I'm interested in educating children, especially in mathematics learning. I believe that mathematics could be well built to children for better life. I graduated from Mathematics Education of State University of Surabaya. I am studying Mathematics Education for my magister degree focusing on Realistics Mathematics Education.

Posted on October 16, 2012, in Articles. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: